BERITA & INFORMASI

Pendidikan dan Pelatihan Bagi Penghuni Panti Asuhan/Jompo Tahun 2018

Pemerintah kota Manado melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat kota Manado dalam hal ini Bidang Rehabilitasi Sosial mengadakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Bagi Penghuni Panti Asuhan/Jompo pada tanggal 19 s/d 20 Juli 2018 bertempat di Dolphin Donuts jalan Sam Ratulangi Manado.

Kegiatan ini melibatkan 100 orang peserta berasal dari 15 Panti Asuhan/Jompo se kota Manado dengan materi berupa pembinaan Mental Spiritual bagi para penghuni panti.

Selesai Pendikan dan Pelatihan di lanjutkan dengan Pemberian Sembako

Adapun Panti Asuhan/Jompo yang  terundang dalam kegiatan ini adalah :

  1. Panti An Nur
  2. Panti Arahma
  3. Panti Darus Saadah
  4. Panti Jompo Ina II
  5. Panti Jompo Damai
  6. Panti Buka Harapan
  7. Panti Istiqomah
  8. Panti Sararitania
  9. Panti Assalam
  10. Panti Rapi
  11. Panti Dr. J. Lukas
  12. Panti Bartemeus
  13. Panti Siti Hadijah
  14. Panti Bakti Mulia
  15. Panti Daru Hanaan

Kegiatan Pembinaan (PSKS) Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Tahun 2018

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat kota Manado melalui Bidang Penguatan Kelembagaan Sosial pada tanggal 19 Juli 2018 bertempat di Golden Lake Resort mengadakan kegiatan Pembinaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial kota Manado Tahun 2018 dengan peserta dari TKSK ( Tenaga Kerja Sosial Kecamatan ), LKS ( Lembaga Kesejahteraan Sosial ), PSM ( Pekerja Sosial Masyarakat ), Tagana ( Taruna Siaga Bencana ), Karang Taruna, Camat, Lurah, Kepala Lingkungan yang berjumlah 60 orang. Acara di buka oleh Assisten III Sekda kota Manado Bapak Frans P. Mawitjere, SH

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan Kapasitas Potensi potensi Sumber Kesejahteraan Sosial yang ada tersebut.

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Ikuti Lomba Senam Poco Poco dan Paduan Suara

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun kota Manado yang ke 395, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dipimpin oleh Kepala Dinas melalui Kabid. Penguatan Kelembagaan Sosial Ibu Olvy L Lengkong. SE mengikuti lomba Senam Poco Poco dan Paduan Suara.

Tim Poco Poco Putri

Tim Poco Poco Putra

Persiapan Sebelum Naik Panggung

Tim Paduan Suara Saat Beraksi

 

 

Kegiatan Verifikasi dan Validasi Data PMKS Tahun 2018

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat  Kota Mando melaksanakan kegiatan Verifikasi dan Validasi Data PMKS Tahun 2018, mulai dari tanggal 25 Mei s/d 27 Juni 2018 di 11 Kecamatan se kota Manado. Maksud kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk melaksanakan pendataan verifikasi dan validasi data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) agar di peroleh data yang valid dan dapat di pertanggungjawabkan.

Tujuannya adalah untuk pendataan kembali keluarga miskin/kurang mampu  dan PMKS lainnya terkait bantuan sosial melalui APBN dan APBD agar bantuan yang diberikan dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran dan bermanfaat sehingga seseorang atau kelompok mampu memenuhi hak hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

 

Pemberian bantuan korban bencana alam oleh pemerintah kota Manado

Tanggal 20 Pebruari 2018 bertempat  di kelurahan Perkamil Lingkungan 8 telah diserahkan bantuan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado oleh Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado Drs. Sammy A. R. Kaawoan, MAP bagi keluarga korban longsor.

TP-PKK Kota Manado Raih Juara Satu Festival Pangan Tingkat Provinsi Sulut

Prestasi membanggakan diraih Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yakni mendapat juara satu Festival Pangan non Beras non Terigu. Dalam festival yang diikuti TP-PKK dari 15 kabupaten/kota se-Sulut itu dengan tim penilai dari Kantor Pusat Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian, kemudian unsur TP-PKK Provinsi Sulut serta unsur Akademisi dari Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Unsrat.

TP-PKK Kota Manado, berhasil menampilkan produk pangan non-beras dan non-terigu dengan baik. Ketua TP-PKK Kota Manado Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA yang turut didampingi Kadis Ketahanan Pangan Recky Sondakh mengatakan, keikut-sertaan TP-PKK Kota Manado pada kegiatan Festival Pangan telah diawali dengan kegiatan Lomba Cipta Menu (LCM) tingkat Kota Manado yang dilaksanakan tanggal 20 September 2017 lalu. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, pentingnya penerapan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman atau B2SA.

Ini juga sekaligus untuk mengajak masyarakat atau ibu-ibu PKK agar mampu meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan atau menciptakan menu B2SA berbasis sumberdaya lokal,” ujar isteri tercinta Walikota Manado. Menurutnya, sebagai kota yang berdaya saing dan berkualitas, aspek konsumsi pangan dan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator penting yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

“Oleh karena itu, perwujudan ketahanan pangan Nasional secara strategis dimulai dari pemenuhan pangan ditingkat rumah tangga, yang secara kumulatif akan mendukung terwujudnya ketahanan pangan ditingkat kota, provinsi dan nasional. Setiap warga atau keluarga yang berada di Kota Manado tentu berhak memiliki suatu ketahanan pangan, yaitu suatu kondisi yang menunjukkan terpenuhinya pangan di tingkat rumah tangga secara mencukupi, berkualitas, aman, merata dan terjangkau,” tandas Prof Paula. Dikatakan, aspek konsumsi pangan sangat erat kaitannya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Bukti empiris menunjukkan kualitas SDM sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, dan status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. “Masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu akan menimbulkan masalah pembangunan di masa yang akan datang. Konsumsi pangan yang berkualitas, yang ditunjukkan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi dalam pola konsumsi pangan sehari-hari dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Oleh karena itu, secara gencar pemerintah melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan.

Upaya tersebut dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral, yang menjadikan kualitas gizi lebih baik,” pungkas Prof Paula.